PENGAJIAN RAMADHAN 1440H

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Pengajian Ramadhan yang mengusung tema “Beragama yang Mencerahkan”, Jumat (17/5) sore. Pengajian digelar di Gedung Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Jalan Juanda, Samarinda.

Pengajian yang diikuti Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) se-Kaltim itu dihadiri oleh Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hubungan Antar Agama dan Peradaban, Prof H. Syafiq A. Mughni, MA. Ph.d, Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, Ketua PWM Kaltim Drs. H. Suyatman S.pd., M.M., M.Si, dan Rektor UMKT Prof. Bambang Setiaji.

“Kondisi umat saat ini tidak bisa dipungkiri sedang dipecah belah oleh oknum yang tidak ingin Islam bersatu,” Kata Hadi, dalam sambutannya sesaat sebelum membuka acara secara simbolis.

Hadi juga mengingatkan, umat Islam harus menjunjung tinggi nilai kesatuan dan persatuan. Sehingga tercipta perkembangan Islam yang maju.

“Ke depan saya berharap ada warga Muhammadiyah yang menjadi politisi, pengusaha, cendekiawan, hingga menempati posisi militer,” ucapnya.

Acara berlangsung khidmat dengan pemaparan Prof. Syafiq. Dia menerangkan, pada Ramadhan kali ini, pihaknya ingin menggerakkan seluruh potensi Muhammadiyah. Untuk melaksanakan ibadah selama Ramadhan sebaik mungkin, semaksimal mungkin, dan memberikan efek positif bagi gerakkan-gerakkan sosial Muhammadiyah.

“Salah satunya adalah misi pencerahan dari Muhammadiyah itu, harus terus-menerus digalakkan,” ucap Syafiq.

Menurut dia, pencerahan itu meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, seperti aspek aqidah, ibadah, dan muamalah.

“Tujuan utama dari pengajian ya, itu,” sebutnya.

Ketua PWM Kaltim Drs. Suyatman berharap pengajian serupa diselenggarakan oleh PDM di daerah-daerah. Supaya kehidupan beragama di Kaltim semakin tercerahkan.

“Pengajian Ramadhan ini rutin. Setiap tahun diadakan, seperti arahan pimpinan pusat,” ujar Suyatman.

Hal senada juga diungkapkan Rektor UMKT, Bambang Setiaji. Dalam sambutannya, dia mengapresiasi pengajian yang dikaitkan dengan perkembangan zaman saat ini.

“Jadi Muhammadiyah itu dinamis. Sesuai dengan perkembangan yang ada,” ujarnya.

Pengajian yang sekaligus acara buka bersama itu dilanjutkan kembali pada pukul 20.00 Wita. Kegiatannya sendiri berlangsung sejak 17-19 Mei 2019.