PBI bersinergi membantu dan berbagi korban Gempa Palu & Donggala

Sejak pukul 14.00 WIB, Jumat (28/9), Kota Donggala yang berlokasi di Sulawesi Tengah mengalami rentetan gempa-gempa besar di atas 5 SR. Gempa terbesar terjadi pada pukul 17.02 WIB dengan kekuatan 7,7 SR. Bahkan, setelahnya pun terjadi gempa susulan dengan kekuatan 7,4 SR. Gempa susulan terdiri dari 31 gempa susulan pascagempa dengan magnitudo 7,7 yang terjadi pukul 17.02 WIB, dan 27 gempa susulan setelah gempa pertama yang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB.

Selain menghancurkan Kota Donggala, guncangan gempa yang besar juga membuat bencana tsunami menimpa Kota Palu. Ketinggian gelombang air di Pantai Palu berkisar antara 1,5 hingga 3 meter dan menerjang bangunan di pesisir pantai hingga masjid dan salah satu pusat perbelanjaan di kota Palu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut, hingga Kamis 4 Oktober 2018 pukul 17.00 WIB, jumlah korban meninggal akibat gempa dan tsunami Palu mencapai 1.558 meninggal. Selain itu 113 orang hilang, 2.549 orang luka-luka, 152 warga korban tertimbun, 65.733 rumah rusak dan 70.821 warga mengungsi”.

Pada 10 Oktober 2018 telah dilakukan kegiatan bersama BEM UMKT dan GEMAR yaitu berbagi sembako, pakaian, layanan Hypnotherapy, untuk membantu mengurangi beban para korban Palu dan Donggala yang dilakukan di posko korban gempa di bandara sepinggan Balikpapan. Sebagian para relawan BEM UMKT dan GEMAR berasal dari fakultas pendidikan olaraga dan bahasa Inggris yang ikut berpartisipasi.