Kuliah Umum Pancasila, Perundang-Undangan dan Nilai-Nilai Agama serta MoU bersama Universitas Muhammadiyah Jakarta

Kuliah umum dan penandatanganan memorandum of understanding (MOU) bersama dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Rektor Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) baik dosen dan mahasiswa. Kerjasama dengan UMJ merupakan kerjasama yang baik guna peningkatan kualitas SDM tersebut. Hal yang dapat dilakukan adalah, riset, tukar menukar dosen dan pembelajaran mahasiswa.

“Kedepan kita bisa saling tukar-menukar dosen untuk saling mengisi dalam kuliah umum,” kata Prof. Bambang Setiaji kepada awak media seusai acara, di gedung aula UMKT, Rabu (11/03/20).

Ia menambahkan, tidak hanya peningkatan kualitas dosen saja. Tetapi kualitas pengembangan Mahasiswa UMKT menurutnya sangat penting. Bambang menyambut baik dengan adanya kampus merdeka yang dicanangkan oleh Kemendikbud.

“Kalau ada mahasiswa yang mau tinggal di Jakarta, oke. Karena Pak Nadiem meminta pembelajaran satu semester diluar prodi, atau bisa kampus lain semisal UMJ,” ungkapnya. Di sisilain Prof. Syaiful Bakhri selaku Rektor UMJ mendukung program yang telah dilakukan oleh UMKT. Syaiful juga menyambut baik program kerjasama yang dibuat antara UMKT dan UMJ. “UMJ ini kan kampus tertua, UMKT ini anggap aja cucunya, namun telah berkembang dengan baik. Sehingga perlunya kerja sama dalam riset, penguatan akademis, dan pengabdian masyarakat,” ucap Syaiful.

Dalam kuliah umumnya, Syaiful sangat menekankan kepada peserta betapa pentingnya Pancasila terhadap dasar negara Indonesia. “Kita harus ketahui bersama pentingnya Pancasila terhadap ideologi bangsa. Termasuk peran Islam terhadap inspirasi dalam melahirkan ideologi Pancasila, sehingga semuanya harus berkaitan dengan Pancasila. Jika tidak maka dapat batal demi hukum,” ungkapnya yang juga sebagai penggagas Yayasan Kampung Pancasila. Lanjut Syaiful bahwa Pancasila juga berhubungan dengan pembentukan RUU Omnibus Law. Apakah hal tersebut cocok digunakan di Indonesia, dari negara yang telah menggunakannya terlebih dahulu yakni Amerika. “Syarat sebagai Undang-undang yang bagus itu harus berdasar dari filsafat pancasila, filsafat keagamaan, dan juga sesuai dengan budaya,” ungkapnya. Selain itu Syaiful juga mendorong agar prodi di UMKT dapat berdiri sendiri menjadi fakultas. Menurut informasi yang didapatkan dari Rektor UMKT, bahwa bulan September prodi hukum akan menjadi Fakultas Hukum.